السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Titik Terang Media |
Zaman sekarang terdapat beberapa orang tua yang berperilaku tidak menyenangkan kepada anak-anaknya. Terdapat juga yang bersikap pilih kasih kepada anak-anaknya, misalnya anak laki-laki lebih disayang daripada perempuan.
Rasulullah ﷺ adalah teladan bagi seluruh umat manusia. Sikapnya terhadap anak-anak penuh kasih dan penyayang. Oleh karena itu, Nabi Muhammad ﷺ sangat tertarik bermain dengan mereka. Keterlibatannya bermain bersama anak-anak menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hal tersebut.
Seperti halnya sabda rasul ﷺ yang termaktub dalam kitab shohih Al-Bukhari:
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا مَهْدِيٌّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي يَعْقُوبَ عَنْ ابْنِ أَبِي نُعْمٍ قَالَ كُنْتُ شَاهِدًا لِابْنِ عُمَرَ
وَسَأَلَهُ رَجُلٌ عَنْ دَمِ الْبَعُوضِ فَقَالَ مِمَّنْ أَنْتَ فَقَالَ مِنْ أَهْلِ الْعِرَاقِ قَالَ انْظُرُوا إِلَى هَذَا يَسْأَلُنِي عَنْ دَمِ الْبَعُوضِ وَقَدْ قَتَلُوا ابْنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ هُمَا رَيْحَانَتَايَ مِنْ الدُّنْيَا (رواه البخاري).
البخاري : أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري
Dari Ibnu Umar (w.73 H)
Bahwa dia ditanya seorang laki-laki tentang darah nyamuk,
Ibnu Umar bertanya, "Dari manakah kamu?"
laki-laki itu menjawab, "Dari negeri Irak."
Ibnu Umar berkata, "Lihatlah kepada orang ini, dia bertanya kepadaku tentang darah nyamuk, sementara mereka (penduduk Irak) telah membunuh cucu Nabi ﷺ, dan saya mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Keduanya (Hasan dan Husain) adalah kebanggaanku di dunia".
H.R Bukhori (194 H - 256 H : 62 tahun)
Anak merupakan titipan Allah yang kelak akan hidup mandiri dan lepas dari orang tuanya. Oleh karena itu dia harus dibekali dangan keimanan yang kuat dan aturan yang tegas dalam menjalani kehidupan. Begitu pun bagi pendidik, anak adalah amanah yang harus dididik agar kelak dapat menjalani kehidupan dengan bekal pengetahuan dan pengajaran dari sang pendidik.
Pada umumnya, orang tua atau pendidik hanya menjadikan buku-buku psikologi sebagai referensi pendidikan bagi anak-anaknya. Jarang sekali diantara mereka yang menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan dalam menerapkan pendidikan. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alalmiin mempunyai metode dan cara yang spesifik untuk memperbaiki dan mendidik anak. Cara pendidikannya tentu disesuaikan dengan tingkatan umur dan kematangan berpikir anak tersebut.
Pendidikan yang pertama diberikan adalah dengan kasih sayang dan nasehat. Kasih sayang mempunyai pengaruh positif terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak, antara lain yaitu dapat meningkatkan kerja otak, menimbulkan semangat, adanya kedekatan psikis antara orang tua dan anak, dan membuat anak lebih terbuka dan percaya diri. Jika orang tua atau pendidik ingin menyuruh anak melakukan kewajibannya, maka gunakanlah kalimat positif dengan intonasi yang lembut. Jangan sampai memarahi atau membentak anak dengan suara keras.
Pendidikan dengan kasih sayang dan nasehat akan menjadikan seorang anak lembut dan santun dalam berbicara dan bersikap di kemudian hari.
Wallahu A'lam Bishawab
0 Komentar