Memuliakan guru atau ahli ilmu. merupakan sebuah kewajiban yang disyari’atkan. Sebagaimana Rosulullahصلى الله عليه وسلم bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يجل كَبِيْرَناَ وَيَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيَعْرِفُ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
“Bukan termasuk golonganku orang yang tidak menghormati yang tua, tidak menyanyangi yang kecil dan tidak mengenal hak orang alim.”
[Shahih jami’, no. 5443]
Sahabat Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu ‘anhu berkata:
كُنَّا جُلُوسًا فِي الْمَسْجِدِ فَخَرَجَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَجَلَسَ إلَيْنَا وَلَكَأَنَّ عَلَى رُؤُوسِنَا الطَّيْرَ , لاَ يَتَكَلَّمُ أَحَدٌ مِنَّا
“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara.”
[Musnaf Ibni Abi syaibah 12/64 –syamilah-]
Sayyidina Ali bin Abi Thalib karromalloh wajhah berkata:
انا عبد من علمني حرفا واحدا، إن شاء باع وإن شاء أعتق وإن شاء استرق.
"Aku adalah hamba/ budak orang yang mengajariku satu huruf, terserah mau dia jual diriku, mau di bebaskan/merdekakan diriku, mau dia tetapkan diriku sebagai budak.
[Ta'limul muta'allim]
Imam Sya'roni rodiallohu a'nhu berkata:
وكان الامام الشعراني رحمه الله إذا خرج للدرس ليقرأ على شيخه يتصدق عنه في الطريق بما تيسر, ويقول: اللهم استر عني عيب معلمي حتى لا تقع عيني له على نقيصة ولا يبلغني ذلك عنه أحد. (المنهج السوي, ص 220)
Imam sya’rani ketika akan berangkat belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah semampunya di jalan tempat dia berlalu, sembari berdo’a:
“Ya Allah, Jangan perlihatkan kepadaku kelemahan guruku agar mataku tidak melihat pada kekurangannya dan jangan sampai ada seorangpun yang memberitahu tentang cela guruku tersebut.”
(Al-Mahaj al-Sawi, hal 220)
Imam abu Yusuf rodiallohu a'nhu berkata:
قَالَ اَبُو يُوْسُف سَمِعْتُ السَّلَف يَقُوْلُوْنَ مَنْ لَا يَعْتَقِد جَلَالَة اُسْتَاذه لَا يُفْلِح. (اداب العلم والمتعلم, 30 )
"Kata abu yusuf, aku mendengar ulama salaf berkata: barang siapa yang tidak meyakini kemuliaan gurunya dia tidak akan menjadi orang yang beruntung".
(Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, hal 30).
والله اعلم بالصواب.....
4 Komentar
Selamat hari guru nasional ke 76
BalasHapusSelamat hari PGRI 76
BalasHapusLanjutken pak guru
BalasHapusSiap laksanakan pak ☆
Hapus